Meja Kardus
Saat ini, saya betul trenyuh dan bangga. Kalau rumah kardus mungkin sudah biasa ada di kalangan kaum marjinal. Sekarang sayapun jadi termarjinal oleh keadaan.
Betapa tidak karena tugas mendesak status saya sebagai karyawan yang mengikuti crash program praktik kerja lapangan saya di pindah ke lain pulau dimana keluarga saya tinggal. P Bali. Indah memang, bukan saja alamnya yang bersahabat juga budayanya yang memikat.
Sayang disayang bantuan pemondokan pkl yang diberikan perusahaan tidak bisa bersahabat dengan Denpasar, kota di mana saya harus tinggal selama 2.5 bulan. Terpaksa saya harus tinggal di kost kosongan tanpa isi apa-apa hanya ruangan dan kamar mandi di dalam.
Untuk menyiasati pekerjaan yang harus saya bawa pulang harus tercipta sebuah meja. Jadilah kardus-kardus dibungkus kertas kado jadi meja cantik. Sedihkah saya? Ternyata saya malah geli memandangnya. Meja kardus ha ha. Ada-ada saja ide temen saya. Memang hidup di Bali harus menyatu dengan budayanya. Seunik meja kardus?
4 Comments »
Leave a Reply
-
Recent
-
Links
-
Archives
- November 2008 (1)
- June 2007 (2)
- May 2007 (1)
- March 2007 (1)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS
Kalau ada foto meja kardusnya jadi lebih asik lagi.. Saya cuma bisa membayangkan Meja Kardusnya, kira2 bentuknya seperti apa ya?
ternyata ngak hanya bakso saja yang kosongan ternyata kost juga ada yang kosongan
. Kertas kadonya warna apa pak? pink aja biar romantis…kekeke. Yang penting khan berfungsi selayak meja…
Meja dari kardus? Benar-benar “Seadanya”.
Seadanya akan nikmat terasa bila diambil makna dan manfaatnya……….. temenmu bener bener kreatif ya….., bener juga tuh si regsa pake’ warna pink… tambah romantis suasananya…..syahdu……